cihui
Menjelang 100 hari
Semua rasa bergejolak namun kali ini yang mendominasi adalah rasa takut. Jujur, aku takut menghadapi kenyataan bahwa sebentar lagi aku harus pulang, entah mengapa aku tidak siap.
Berdasarkan perhitungan temanku, hanya 100 hari tersisa. Well, tentu saja aku tidak akan menyia nyiakan waktu yang seuprit ini. Oleh oleh terbesar yang aku akan bawa adalah kenangan, memori kehidupanku disini. Aku merasa hidup di alam mimpi. Dan aku ingin mimpiku ini akan selalu menorehkan senyum tiap kali aku mengingatnya dan benar benar merasa bahwa kenangan ini sangat tidak ternilai harganya. Aku tidak tahu kapan aku akan mendapatkan mimpi serupa ini lagi. Oleh karena itu, aku ingin mengabadikannya, melalui blog ini salah satunya.
Weekend ini keluarga ku tidak punya rencana khusus. Untunglah spring sudah mulai tiba (you never know), berada di luar rumah pun sudah bisa membuat gembira. Kemarin aku pergi downtown milwaukee bersama koordinator ku dan anak perempuannya. Milwaukee sebenarnya kota yang cukup beautiful, hanya saja sepi. Sidewalk sepi, tidak banyak pejalan kaki seperti di Madison. Kami masuk ke satu toko ke toko lain. Yang pertama kami datangi adalah Milwaukee market. Sebuah toko besar sejenis food court yang kebanyakan sea food, bahkan hewan hewan laut yang masih segar seperti kepiting, udang, lobster dan sebangsanya. Di antara pengunjung yang lumayan padat, we met one of our teacher, Mr. Vahn while I saw a guy who looks just like him like 20 seconds before we saw the real Mr. Vahn. weird. Kami hanya keliling keliling melihat lihat makanan dari yang terlihat tasty sampai yang grossy. Mencicipi sample bread, cheese dan buah buahan sebelum akhirnya beralih ke toko lain :P
Entah mengapa jika di Indonesia aku mengeluh setiap kali harus berjalan kaki, disini aku malah riang gembira jika ada kesempatan untuk jalan kaki, seperti di downtown ini misalnya. Berjalan dari satu toko ke yang lain sambil melihat lihat gedung gedung besar yang mempercantik kota yang bersebelahan danau ini. Art Museum yang berbentuk seperti kapal layar adalah bangunan favoritku. Selanjutnya kami masuk ke sebuah toko pakaian. Semua barang barang di dalamnya mulai dari sepatu, gaun dan tas adalah reused, second hand a.k.a barang bekas pakai. Di United States memang banyak toko toko seperti ini dan memang cukup digemari. Apalagi jika hanya untuk membeli gaun pesta yang hanya untuk sekali pakai, seperti apa yang sedang kami cari saat ini: prom dress. Di dalam toko, Kami puas mencoba gaun gaun second hand bermerk terkenal, and then we look purse dan shoes. Sekitar 1. 5 jam kemudian kami keluar dan belum mendapat barang yang kami cari. Tujuan selanjutnya adalah mencari tempat dinner. Kami berhenti di sebuah restaurant yang cukup ramai. Aku pesan buffalo chicken sandwich yang katanya spicy tapi ternyata tidak sama sekali.
Porsi yang dihidangkan cukup besar dan tidak habis sekali makan sehingga kami bawa pulang. Inilah yang aku suka dari cara orang amerika jika makan di restaurant, mereka tak segan meminta wadah untuk membungkus sisa makanan untuk dibawa pulang.
Selesai makan, kita pergi ke Anthropology, sebuah toko besar yang menjual bermacam macam benda; pakaian, parfume, souvenir, pernak pernik bahkan buku. Seperti biasa, kami memilih milih gaun, mengkombinasikan wangi parfum di tubuh, dan mencoba coba sepatu. Kami membeli sebuah shirt dengan harga hanya $9.95. Dia memang jeli mengingat kesempatan itu sangat langka di toko ini. Koordinator ku tahu aku akan berlibur beberapa hari ke New York over spring break so dia membelikanku book about travelling ke new york, how sweet. Selesai berbelanja, kami beralih ke toko lain yang hampir sama seperti toko pertama yang kami kunjungi: second hand store. Namun toko ini jauh lebih besar sehingga pilihan yang ditawarkan pun banyak. Ahhh, aku cinta shopping. Setelah menghabiskan waktu lebih kurang 2 jam disana, kami berencana pulang dan membatalkan niat melihat lihat pameran titanic exhibit di milwaukee public museum karena kami sudah lelah (at least untuk hal semacam itu), baru sekitar 5 menit menuju jalan pulang, kami menemukan sebuah toko yang terkenal menjual barang barang fancy; pakaian dan aksesoris. Anehnya rasa lelah yang mengurungkan niat melihat lihat pameran titanic itu menghilang, dan kami akhirnya memutuskan untuk masuk ke toko itu dan kembali mencoba barang2 disana. Oia, di pintu masuk, seorang wanita muda yang mengaku dari yayasan kemanusiaan menghampiri kami. Dari nadanya yang terkesan memaksa dan tak urung membuat temenku ini takut (kalo kan sudah biasa dengan orang orang seperti ini di Indonesia) dan akhirnya merelakan beberapa lembaran George Washington dari dompetnya. Kami tidak terlalu lama di toko ini, hanya sekitar 40 menit. Setelah mendapat yang diinginkan, kami berjanji untuk benar benar pulang.
Kami menuju ke rumah mereka. Aku sudah cukup akrab dengan keluarga ini, they're really nice. Bahkan saat liburan januari kemarin mereka mengundangku untuk berlibur bersama mereka di mirror lake, upnorth. Disana kami tinggal di kabin mereka yang terletak tepat di bibir danau, sangat indah. Apalagi saat itu danau sedang beku karena winter, jadi kami bisa berjalan jalan di atas danau bahkan ber ice skating! we had a great time. Setibanya di rumah, kami membuat smoothy dengan bahan buaha buahan plus jus lalu diblender. It was pretty good. Sisa waktu itu kami habiskan dengan duduk duduk di teras. Pukul 5.00 mereka mengantarku pulang karena aku dan keluargaku akan pergi having dinner at one a good friend of my mom. It was a fun girls day
Starving
Di kelas US History, aku membuat daftar menu yang akan ku serbu ketika tiba di Indonesia, Palembang khususnya. Jujur, ini salah satu hal yang mengurangi kesedihan jika memikirkan sisa waktu yang tinggal seratus hari lebih sedikit ini. Ketika pulang, aku ingin makan masakan mama
These are what I wanna eat when I am home
- Cumi tauco
- Sambel ayam
- Dendeng balado
- Singgang udang
- Nasi gemuk (uduk) komplit pake sambel tempe, telor dadar, bihun dkk
- Sambel ikan, sambel udang
- Malbi
- Soto
yeahh, rasanya itu aja dulu udah cukup
Kangen
- Pempek, yeiiiy pempek yang utama
- Bakso komplit, mie ayam bakso
- Martabak har
- Sate padang
- Model, tekwan
- Siomayyyy
- Martabak keju
dah, itu dulu aja
Bel bunyi, jam makan siang. Sandwich (baca: roti tawar sele kacang stroberi) udah nunggu, sabar...sabar
Sleep over, Split up dan Insomnia (Madison I)
Satu persatu yang laen mulai berdatangan; Ahmed dan Sebastian lalu disusul Ersin. Mira emang bilang kalo dia bakalan dateng sekitar jam 9 lebih gara gara ada praktis softball. Karen nggak punya agenda khusus buat kita, so kita bebas ngapain aja. Hal pertama yang kita lakuin adalah masukin souvenir ke goodies bag terus ngewarnai kartu yang bakal kita kasih ke orang orang yang bakal kita temui di Madison. Kita semua berpartisipasi kecuali Nuhu yang saat itu lagi ada di kamarnya buat sholat. Disela sela mewarnai, Cyd nanyain sesuatu yang bikin aku shock. Jadi ceritanya dia duduk sambil ngewarnain di sebelahku, tau tau dia bilang
Cyd: "Suci, are you still a moeslem?" .
Aku:
(kaget, langsung noleh ke Ersin yang duduk di depanku yang juga kaget denger pertanyaan
itu dan juga reflek noleh ke aku. KURANG AJAAAR, apa coba maksudnya?)
" of course yes, what do you mean? HOW ABOUT YOU YOURSELF?".
Cyd: " I mean, I just wondering why you aren't praying like what Nuhu doing right now"
Aku:
(udah sebel banget nih ya, emang Cyd suka nanya pertanyaan superbego gakpenting yang kadanggaksopan dan ini juga yang bikin Ahmed sama Sebastian SANGAT nggak suka dia, mereka bilang dia aneh. Awalnya sih aku nggak terlalu nanggapin omongan Ahmed dan Sebastian, tapi gara gara pertanyaan super tololnya aku jadi semakin nggak respect sama dia)
" You know what? Woman has a reason that makes them can't pray"
(Muke die menunjukkan bahwa dia nggak ngerti, Ersin pasang tampang cool-kalemnya dia,
dan aku pasang muke kepanasan)
Cyd: "emm, I didn't get it"
Aku: (dalem hati: bego ni anak),"well I HAVE MY"
temen ku yang dari negeri karpet bantuin aku ngejelasin ke dia, negasin bahwa aku nggak perlu nyebutin secara tegas apa alasanku..karena dia seharusnya ngerti
Cyd: (masih muka bego)
akhirnya aku bilang juga, aku cuma cukup yakin kalo dia emang nggak ngerti apa yang aku maksud, maklum keknya dia emang nggak punya "ilmu" yang cukup tentang agamanya sendiri. Lah pas pertama kali ketemu dia masih nanya aku agamanya apa padahal jelas jelas pake jilbab gini, temen temen dari india yang nggak muslim aja tau. Oh Cyd
Aku: "anyway, are you still a moeslem?"
Cyd: " mmm, Yes"
Aku: "why don't you pray then???"
Cyd: "----"
Aku: "----"
(masih panas ini sebenernya)
he's funny!
Kita masih mewarnai, dan disela sela obrolan bersama, Cyd mengumumkan ke kita semua bahwa dia insomnia which is not necessary actually, tapi dia semakin semangat ngejelasin kalo dia merasa bersyukur dengan keinsomniaannya itu, yayaya, apa itu neraka english version!
-----
Selesai mewarnai, Nuhu, Ersin, Ahmed dan Sebastian ke basement buat main tenis meja. Aku ikut mereka dan berperan sebagai wasit. Cyd juga langsung ikut gabung ke basement. Bosen jadi wasit yang pusing lantaran mereka mainnya pake aturan sendiri sendiri, aku kabur dan beralih ke papan dart nganggur di ruang sebelah. Cyd ngikut lagi dan akhirnya kita main dart. Sebenernya di kelompok ini boleh dibilang aku yang paling deket dengan Cyd, semenjak orientasi di D.C malah. Itulah kenapa awalnya aku nggak terlalu mikirin apa yang temen temen lain bilang tentang keanehan dia. Dan ini juga bukan kali pertama dia bikin aku kesel.
Sekitar 30 menit kita habiskan di basement sebelum akhirnya ke main floor lagi. Rencananya sih mau nonton aja tapi Ahmed, Sebastian dan Ersin malah mau main basket di luar padahal udah malem dan udara juga dingin. Kita berempat (plus Karen) stay in milih milih dvd yang Sebastian bawa buat ditonton. Eh 10 menit kemudian the outsider boys (halah) masuk lagi dan nawarin buat maen soccer aja. Karena film yang lagi kita tonton nggak seru dan lagian kita cuma nonton bertiga, kita mutusin buat ikut ke luar. Nuhu juga tertarik buat maen soccer dan aku juga lebih suka nonton mereka maen soccer daripada basket, secara aku tahu mereka emang jago jago. Jadi berbagi partner lah mereka; Ersin-Nuhu, Ahmed-Sebastian sebagai pemain, Cyd wasit dan Aku cheerleader yang lompat lompat meningkatkan kalor tubuh, mwahahahaha. Sekitar 10 menit kita di luar, Bruce (suaminya Karen) dateng, baru pulang dari kantor. Membuat kita semakin liar bermain di luar nggak inget waktu karena kita nggak perlu nggak enak hati lagi ninggalin Karen di dalem rumah sendirian..
Setelah beku, kita baru masuk lagi. Kita mutusin buat nonton Hancock. Filmnya lumayan keren, I like it. Nah, pas filmnya udah jalan setengah barulah Mira dateng which means sekarang aku ada temen, nggak cewek sendirian lagi. Pas lagi seru serunya nonton, tiba tiba terdengar suara aneh. Kita pada saling liat liatan memastikan bahwa kita tidak berhalusinasi (halah). Akhirnya semua mata kita menuju ke satu sudut yang sama: Cyd. Dia udah tengkurep nggak berdaya aja di pojok deket Ersin duduk. Semua pada senyum nahan ketawa. Ternyata dengkurannya galon ini tooh. beuhh, kirain apa. Pertama tama masih kita diemin karena suaranya masih samar samar aja. Lama lama suara dengkurannya saingan sama tivi yang tentu aja mengganggu konsentrasi dan bikin kita nggak bisa denger jelas. Akhirnya Ersin ngebangunin Cyd, nggak cuma itu aja, ternyata Ersin punya analisa dari sesuatu yang hampir kita semua lupa
Ersin : (sambil nyenggol nyenggol bahunya Cyd)
"Cyd, why don't you go sleep in your room"
Cyd : (masih setengah ngelantur)
"eeee, eeh oh no no"
Ziiiing
(semakin kejeng perut kita nahan ketawa) beberapa menit kemudian
Cyd:
(bangkit dan langsung jalan ke kamar, rumah kerasa geger (rumahnya berlantaikan kayu). Mira dan Ahmed yang duduk dilantai bersandarkan jendela yang paling ngerasa getarannya, hahah)
"good night everyone"
All: "Good night"
(menahan ketawa selama lima detik, menunggu sampai Cyd naik ke kamar di atas sebelum akhirnya kita ketawa riuh)
Ahhhahahah, ada ada aja. Sekitar 10 menit kemudian filmnya usai. Kita naek ke kamar masing masing, seperti yang udah aku bilang aku share room sama Mira seperti waktu pertama ketemu pas orie di Fond du Lac. We got in to the room and girls night talk! :P
Presentasi tentang islam di Cross Church
Seperti biasa hari itu siswa siswa di sekolahku pulang lebih awal semenjak rapat rutin para guru di wauwatosa diadakan SETIAP rabu. Hari yang melelahkan namun cukup asik. Moodku sedang bagus, bawaannya pengen senyum terus. Cuaca juga sedang ramah, rumput rumput kembali menampakkan diri , matahari kembali bersinar hangat membuatku merasa sedang tidak berada di Wisconsin.
Aku menunggu jemputan dari Karen (YES Cluster leaderku). Malam ini aku dan Ersin (teman YES dari Turki) diundang ke Crossroad Church untuk share ato bahasa elitnya memberikan presentasi tentang Islam pada anak anak level middle school dan High school. Tawaran ini dilontarkan Karen pada februari lalu yang tentu saja langsung kami or at least aku iyakan. Senang saja rasanya bisa berbagi, memberi pengetahuan tentang identitasku; agama dan negara asal. Well, pada International Education Week beberapa bulan lalu aku memang sudah memberi beberapa presentasi di beberapa tempat terutama sekolah. Namun karena aku hanya mendatangi beberapa kelas, masih belum bisa menjangkau semua siswa yang ada di sekolah yang tergolong besar ini. Maka dari itu aku sangat senang apabila teman temanku bertanya apa dan bagaimana Indonesia ataupun Islam itu. Apalagi ketika kelas Global Studies sedang mempelajari agama agama mayoritas di dunia yang salah satunya adalah islam, mereka dengan antusias bertanya dan aku tentu saja tambah antusias menjawab, discuss about islam for a better understanding :)
Sesuai janji, Karen datang pukul 3.30 lalu kita menuju ke rumah Ersin FYI Ersin baru saja pindah hostfamily and i am so glad to see him happy now. Perjalan ke rumah Ersin yang memakan waktu hampir tiga puluh menit itu terasa sangat menyenangkan. Karen is a very fun lady, i love her. Setelah menjemput Ersin, kita menuju ke rumah Karen untuk makan malam since the firs presentation will be at 6. 30. Bruce (Karen's husband) wasn't home. It would be more fun if he was with us too because he is very funny. Setelah makan malam, sekitar pukul 6.00 kita berangkat ke Crossroad Church yang tidak begitu jauh dari rumah Karen. Kita juga tidak tahu bahwa presentasinya lebih kurang bakalan 3 jam dan FYI aku dan Ersin tidak menyiapkan bahan apa apa untuk presentasi ini. Motto kita adalah : just let it flow. Selain itu Karen bilang kalo dia juga nggak mau ngeberatin kita dengan seolah olah kudu ngasih lecturer buat dua jam itu. Lagian katanya Karen buat presentasi pertama cuma bakal ada 10-15 anak, so it won't that hard, tinggal nyiapin sedikit buat yang Youth Groupnya aja tapi kan saat itu paling nggak kita udah ada gambaran tentang apa apa yang mesti kita jelasin since it will be our second one.
Tiba jam 6.10, seharusnya masih ada waktu 20 menitan buat duduk, mikir dan sedikit diskusi tentang apa yang bakal kita omongin, rencana sih let it flow, tapi nervous ya tetep aja. Tapi orang orang dewasanya yang ngehandle kegiatan ini rupanya udah pada nungguin kita dengan cemas secara mereka pikir kita nggak jadi dateng karena kata mereka kita udah telat sejam. duh, apa itu neraka..siapa suruh majuin acara nggak pake konfirmasi. As the result, kita terpaksa lari lari ke lantai atas dimana presentasi bakal diadain which means kita nggak punya waktu buat hanah hanu itu. Pas sampe di ruangannya, TADAAA! ada sekitar 30 orangan anak anak, 5 adult dan 4 orang tua, mwahahahhaha, mampus. Nervousnya jadi kerasa banget mengingat kita tidak menyiapkan apa apa saudara saudara, ditambah nafas yang masih ngos ngosan lantaran lari lari mendaki anak tangga.
Karen (yang juga masih ngos ngosan) memperkenalkan kita dan sedikit "menjual" AFS. Setelah itu kita berdua memperkenalkan diri dan langsung mulai "presentasi". Karen nawarin aku yang mulai presentasi, ladies first, hell yeah! Masalahnya aku nggak tau mesti mulai dari mana. Oke akhirnya aku ngejelasin randomly; we're muslim, we have five pillars , bla bla bla. To be honest, I messed it up. Karena idenya sharing gitu, jadi audiencenya boleh nanya kapan aja, termasuk saat kita lagi ngejelasin. Masalahnya suka nggak nyambung boook antara apa yang lagi aku jelasin sama yang mereka tanyain, nambah kacaulah semuanya-nggak beraturan, oh whatever!
Menit menit pertama masih nervous, kalo udah nggak tau lagi apa yang mesti di omongin aku noleh ke Ersin ( dia duduk di sebelahku) dan bilang : "what do you think? or what else?" mwahahahah, enaknya ngasih presentasi bareng partner. Semakin lama semakin enjoy dan sama sekali nggak nerveous lagi. Anak anaknya aktif banget, banyak ngasih pertanyaan yang konyol (as usual). Beberapa orang tua juga aktif melontarkan pertanyaan serius tentunya. Pertanyaan pertama yang dilontarkan padaku sekaligus jadi pertanyaan yang lumayan susah buat ku jawab (at least saat itu) adalah judul di atas : "kenapa menjadi muslim?"
well, simply aku cuma jawab : I was born as a moeslem, my family is pretty religious that i learned and practiced my faith since i was little kid. I learned alot about religion especially mine at school but its not only about my faith because i have some friends who have different religions than mine. I believe in my dogma, I believe in what my religion teach me and I believe in what I believe, that's all i can say (udah nggak tau lagi mau ngejelasin gimana). Ersin juga ngejelasin alasan dia yang basically sama. Kita ngejelasin basic basic islam, rukun islam, rukun iman, dietary, and stuff like that. Yah namanya juga ngejelasin di depan anak anak, ada yang semangat 45 sejak awal, ada juga yang keliatan males banget seolah bilang : "What the heck are you talking about". Beberapa dari mereka udah tahu cukup banyak tentang basic2 nya islam, cukup buat seneng juga. Sebagian besar lainnya don't have any idea at all tapi mereka cukup antusias memperhatikan kita, antara benar benar menyimak atau hanya memperhatikan kita (baca: aku) yang terlihat "berbeda". Mungkin hanya 20-25 menit pertama kita menjawabi pertanyaan pertanyaan seputar islam, sisanya mereka lebih tertarik melontarkan personal question dan tampaknya mereka lebih tertarik untuk itu.
Setelah waktunya habis dan anak anak pada keluar ruangan, kita ada jeda sebelum presentasi di depan Youth Group. Jedah waktu itu kita habiskan untuk ngobrol nggak jelas. Sekitar jam 8.30, sekitar 35 orang masuk ruangan termasuk diantaranya 7 orang tua. Beda dengan anak anak, Youth Groupnya malah nggak aktif. Yang banyak ngasih pertanyaan malah para dewasa. Karena udah cukup kebiasa, semuanya berjalan lancar dan teratur. Nggak cuma pesertanya, aku juga banyak belajar dari presentasi ini. Ternyata biarpun turki negara mayoritas muslim, mereka (yang perempuan) dilarang pake jilbab ke sekolah, disamping itu kantor kantor tidak memberikan ruangan ataupun waktu kepada pegawainya untuk melaksanakan sholat which is quite interesting for me. Presentasi berjalan sampai jam 9.30 lalu Karen mengantarkan kami ke rumah masing masing. As I told you, It's nice to share-let people know who and how we are to give them and also ourselves a better understanding between us. Oh iya, aku baru aja dapet thanks card dari Karen karena udah ngasih presentasi ini, I love american way on this :)
Cheers :)
from facebook
sebenernya ini dari facebook, tapi karena gue lagi nggak ada ide mo nulis apa ya gue post aja disini
A
- Available: No, depend though
- Age: 17
- Annoyance: annoying chew, rude-mean people
- Animal: Dolphin
B
- Beer: Don't drink.
- Birthday: April, 9th
- Best Friends: Where? here? some really good friends, still looking for some tho
- Body Part on opposite sex: Eye and hair
- Best feeling in the world: Spending time with people I love in a beautiful place
- Blind or Deaf: I'd rather be normal.. I love colors and this beautiful world and music.
- Best weather: Fall, i love to see the leaves changing, pretty!
- Been in Love: Yes
- Been on stage?: YESSS, I love dancing and singing and I was kinda left it in high school but now
I am back!!
- Believe in Magic: Sometimes
C
- Candy: Anything chocolate.
- Color: White
- Chocolate/Vanilla: Chocolate.
- Chinese/Mexican: Chinese for sure
- Cake or Pie: i'd say cake
- Continent to visit: Europe will be good for the first destination altho I really wanna go to japan, and Sweden *have just got this idea
- Cheese: don't really like one, but the fresh squeeze cheese we used to buy on the way home from White Lake is awesome..I think I like that one, don't know the name tho
D
- Day or Night: Night.
- Dance in the rain?: absolutely YES
- Do the splits?: Nope
E
- Eggs: scramble
- Eyes: Mine are black i think
- Everyone's got a(n): life based on their dreams
- Ever failed a class?: Nope, please God, never let me fail
- Full name: S.A.P
- First thoughts waking up: what time is it?
- Food: My mom's cooked, Indonesian food is the best; Chinese food is acceptable, Mexican food
is Ok, Spaghetti-Pizza-Lasagna are awesome..so basically I am not picky..as long as it's not pork or bacon or something gross I don't mind to have it
G
- Greatest Fears:Have no someone who love me? hahah I am such a melancolist
- Goals: To have a lovely life, be a pediatrician, travel all over the world, have a happy life with
people I love ever after
- Gum: Bubbletape :P.
- Get along with your parents?: Most of the time.
- Good luck charm: something i can't tell you
H
- Hair Color: Black
- Height: 5''2... I think.
- Happy: Right now, yes. I am so excited for madison trip tomorrow
- Holiday: Eid l fitri
- How do you want to die: Painlessly, that's all i can think about right now
I
- Ice Cream: Anything Culver's!
- Instrument: nope, i never learned it seriously and continuously
J
- Job: right now? i wish I had one
K
- Kids: They're fun! I want to have may be 3; twin boys and a girl
I dropped it off though because i had to have a surgery on my foot
- Keep a journal?: Yes, but not regularly, just at the time when i had a good mood on writing..
L
- Longest Car Ride: From Palembang (my home city) to Bandung ( a city in different island), we
did convoy tho
- Love: is the heart of life
- Letter: M for mommy, ahahhaha (don't I sound like home sick? lol)
- Laughed so hard you cried: Oh YES, one that i remember tight now is when my friends and I
were at the airport in Jakarta waiting for checking in, we were hiding one of
my friend's backpack, I've tried to look innocent but Fabian messed it up.. such a long time ago, but that's one I remember right now
M
- Milk flavor: choco
- Movies: Forrest Gump, Wonderful life, all Harry potter, the way to remember, (all) final
- McD’s or BK: Eh... McD's.
N
- Number of Siblings: three; kakak, iko, dedek.
- Number of Piercings: two, my ears
- Number: 9, it's my birth date
O
- One wish: wish for 5 more wishes. I'd use the first wish for world peace. Then, I'd use the
second wish for my happy life ever after, the third one is for everybody's happiness, the 4th
one is for a hundred trillions dollars, and the fifth one is for 5 more wishes that i'll keep them in
my pocket' so that they're there if I ever need them. XDD.
P
- Perfect Pizza: Cheese with thin crust
- Pepsi/Coke: i'd say pepsi
Q
- Quail: what the is that? lol
R
- Reason to cry: Because i just wanna cry, don't ask me why
- Reality T.V.: not the dumb one for sure
- Radio Station:Pandora, I wish we had it in Indonesia too
- Roll your tongue in a circle?: I still keep working on that now
- Ring size: i don't know, small maybe
S
- Song: now i like to listen hot n cold, i don't know why
- Shoe size: 6 1/2
- Salad Dressing: I don't really like salad.
- Sushi: Yes, with the rice outside
- Skipped school: never tried, great idea tho..I heard they do it in senior year, so may be I'll go
- Slept outside: is camping counting ? lol
- Smoked?: Nope, and I never will.
- Shower daily?: here? for this couple months for sure
- Sing well?: i wish, still working on it tho
- In the shower?: hell yeah
- Swear?: Hehe...
- Strawberries/Blueberries: Strawberries deep in to choco
T
- Time for bed: Lol, 10:30-11.30.
- Thunderstorms: never get one
U
- Unpredictable: hehehe, yesss
V
- Vacation spot: beach, anywhere
W
- Weakness: disorganize, easily bored, can't save money
- Which one of your friends acts the most like you: haha, none ( or it's just I don't wanna admit it, lol)
- Who makes you laugh the most: him
- Worst feeling: when none cares
- Wanted to be a model?: Lol, hell yeah but almost impossible tho
- Where do we go when we die?: underground i think
- Worst Weather?: This past winter that we've had in Wisconsin. I am freezing
X
- X-Rays: for my lung and something like that
- Ex's: no comment, lol
Y
-Year it is now: 2009, time goes by so fast.
-Yellow: bright
Z
- Zoo animal: penguin, they're cute
LAST PERSON WHO…
1. Slept in a bed beside you?: My sister
2. You went to the mall with: Mira
4. You talked to on the phone?: Lauren
5. Made you laugh?: Mike
6. Hugged you?: My mom.
7. Said they loved you?: my family back home, I've just had a conversation with them...
8. Held your hand?: My sister, she's doing it right now
9. Spoke with?: my mom
10. You cried over?:don't remember, the last time I cried was when I sliced the onion, that was my first tears in USA, lol
Virus Flu~ Kangen
Aku flu berat sejak hari jumat lalu. Tenggorokan sakit, panas luar dalam, kepala pusing, batuk bersin bersin yang semakin membuat tenggorokan terasa lecet, dan semalam aku dianugerahi rainy nose, oh well! Kemarin mom membawaku ke dokter memastikan bahwa ini hanya flu biasa, bukan strap. Kami berangkat ke klinik sekitar jam 1 sesuai perjanjian di telepon. Kliniknya sepi, hanya ada aku dan dua orang pasien lain yang juga sedang menunggu. Setelah ditanya ini itu dan diperiksa sebagaimana dokter pada umumnya, si Ibu dokter yang cantik dan ramah ini memintaku membuka mulut selebar mungkin lalu dia memasukkan sesuatu seperti cotton bud namun dua kali lebih panjang untuk mengambil sampel dari tenggorokanku. Setelah sepuluh menit, dokter memberi tahu hasilnya, untunglah hanya flu bukan strap. Namun flu butuh waktu lebih lama untuk membaik karena disebabkan oleh virus bukan seperti strap yang disebabkan bakteri.
Saat saat sakit seperti ini membuatku homesick a lit bit. Kangen mama. Kangen dipijitin, kangen dikerokin dengan bahan minyak tanah plus bawang merah, kangen digosok-gosokin punggungnya pake minyak tanah biar hangat (ini cara kuno banget ya, tapi aku lebih suka pake minyak tanah ketimbang balsem) trus disulut korek (yang ini bercanda), kangen dibuatin teh melati dengan komposisi gula/madu+teh+air paling pas sedunia. Mama selalu tahu obat apa aja yang mesti aku minum , antibiotik apa yang mesti dikonsumsi dan cocok buat aku, dan selalu manjur. Ah, mama dokter pribadiku paling hebatlah. I love you Mama! (yaah, mewek lagi nih jadinya)
Sucks!
Or it will be so painful. Ooo Sucks!
Try to take it in positive; may be it's a good time to lost my weight, because of it I have rest time..too muchl, or I believe God is taking my sins out by giving me this. Those make me feel better
the path we walked together in, AFS Indonesia..I miss those moments
Satu demi satu kita lewati. Seleksi nasional sampai orientasi, dimana aku banyak belajar dari pengalaman hidup orang lain yang membuatku merasa sangat malu kepada diriku sendiri. Malu ketika sadar betapa indahnya hidup yang dikaruniakan kepadaku namun aku masih tetap mengisinya dengan mengeluh. Perjuangan hidupku belum ada apa apa, ternyata.
Dari sinilah aku menorehkan tinta warna warni, hidupku semarak. Keceriaan bersama teman teman yang tidak ada habisnya ketika kita bersama. Pengalaman yang akan selalu mengukir sebuah senyum setiap kali terlintas di memori. Masih tersimpan, detik perdetik. Ah, andai aku bisa kembali ke saat saat itu. Saat saat pertama bertemu di bandara, detik detik nerveous menjelang tes wawancara, atau mungkin momen favoritku di gelombang tiga: farewell di lapangan tenis yang diawali dengan keceriaan dan diakhiri dengan sejuta perasaan campur aduk.
Kembali ke Jakarta untuk wawancara visa, ini saat saat paling bahagia bagiku. Tidak ada "beban" karena masa masa tes sudah lewat. Kebahagiaan sepenuhnya. Seperti sebuah reuni. Menghabiskan malam di PRJ-aaahhh, bangun siang langsung sarapan, ke kedutaan, nginep di Limau dimana malam malamnya kita keluyuran cari makan, kembali ke bandara- napak tilas langkah awal yang mengubah hidup kita.
Orientasi, mengundang tawa dan air mata, menghabiskan hari hari dalam keadaan selalu terjaga atau kadang seperempatnya terjaga. Saat saat dimana kita diberi bekal. Disiapkan untuk menghadapi kehidupan yang berbeda, dimulai dengan setahun ke depan dan berbekas selamanya.
One of the best moments I've ever had, Aku rindu masa masa itu
Silver gate, Inauguration, Feel bad for being the tiny one
I supposed to post this long time ago. But, you know, am the laziest person in the world. I wrote this for my school newspaper *yeah, since my teacher told me so*, Tosa West Side. Let's check this out!
Goes to the Inauguration
The inauguration of the president elect Barrack Obama was held just about 2 weeks ago. People were excited to see the new better life. The spirit of the change was so strong. I saw the historical moment all over the city. I was so glad to be in the
Friday, Jan 16th 2009
We left for Mitchell at 4 am, since the plane that we were supposed to fly on yesterday afternoon was cancelled. My host mom and I weren’t talking about the Inaugration or wearing anything that would give anyone a clue that was where we were headed. Yet, when we got on to the plane heading from
We arrived at
Saturday, Jan 17th 2009
We spent our day at the
At the Smithsonian, historical interpreters acted out the roles of important historical figures. George Washington, Abraham Lincoln, Thomas Jefferson, and Martin Luther King Jr gave speechs with intonation and gestures as if they were the real men, very professional. People were listening to them one by one, very seriously, as if they were the real presidents. That was so cool.
On our way back to the Metro stop, there were many cars in which people were selling Inauguration and Obama souvenirs. There were even earrings with Obamas face on them! Sellers offered the stuffs, people were passing out free magazines about the Inauguration, and a bunch of people were out on the sidewalks, buying mementos at the car, just walking to enjoy the beautiful afternoon, or even dancing together enjoy the music from a guy who was playing drum set that made of kitchen utensils. It was if D.C. was having a sidewalk party. The road was full of friendly people with happy faces.
Sunday, Jan 18 2009
We went to one of the oldest city in
On our way back home, the road was so crowded because of the concert that was held at the Lincoln Memorial in the afternoon.
Monday, Jan 19 2009
The House of Representatives Office of James Sensenbrenner was open from 9 am until 4 pm for us to pick up our tickets to the Inauguration. We left home at 9 am. We went there by car and caught by traffic jam on the way near the office. After walking for about 10 minutes, we got at in front of the building and the line was about a half mile long in front of us. People stood in line, moved pretty fast. A family from New York stood in front of us with a little girl in the stroller, a couple from Indiana stood behind us holding their suitcases and a coat: they had just flew this morning and were going to a ball that evening; a couple from California stood near by us with thick coats, scarves and mittens, although for me it wasn’t cold, it was only 30F.
It was kind of cool to see people from all over the states come here and get together for one mission, one intention. After about 30 minutes in line, we got in to the office after the security check, of course. We walked to the 2nd floor to find the room where people from our district in
We spent the rest of the day at
Tuesday, Jan 20th 2009
It was still dark and pretty cold when we left home at 6 am but the line to get in to the Metro was really long already. I was wondering what time did they get here. A bunch of people was already there, but I didn’t see any sleepy face. They even bring their little kids. Some people looked busy with either camera or handycam on their hand recording this important day in history. And as usual, some people were selling Inauguration stuff, newspapers, or handing out free magazines. After waiting for more than 30 minutes, we got into the Metro. For today, all of the Metro trains were going to the Capitol. No wonder people who worked in D.C or north
The Metro was full of groups of students who were also going to the Inauguration. It took about 30 minutes before we got out of the Metro. I started to see tons of people who were walking fast on the road in every different direction. The stores were closed except for coffee shops. There was no traffic coming in or out of the city, so people took over the freeway in order to get to the gate. We walked in a hurry for about 25 blocks, and I never knew I could be that strong to walk that far. It was like a unity walk, with millions of participants. There is nothing else I could see but people. We got to the line to get through the Silver Gate at 9.30, and the line was about one block in front of us. We were in line for about one hour but we didn’t move. Many people just gave up and left the line. They said the police wouldn’t let us in because it was past 9 o’clock. I kept standing in line and wouldn’t go until I heard it by myself. Finally at 11:20 they opened the gate and let all of us in, without checking our tickets or even passing us through a security checkpoint. We were just walking through the gate and tried to get closer. I couldn’t see anything but the backs of the people ahead of me, so we walked to find things that we could step up on to. We found an electronic map and stood on it; I could see people on the Capitol balcony but it wasn’t clear at all. There was also a huge screen near us showing what’s going on over there. The song My Country tis of thee, awoke the nationalism of everybody who was listening. People were over excited, cheering and clapping while President Obama was giving his speech. Cheering people cried: “Yes We Can!” over and over. The spirit of change was so strong, many people cried. It touched my heart even though I’m not an American. No wonder millions of people from all over the states, even those who weren’t in good condition, came here so early, and even camped near this Capitol…. only to be a part of this very historical moment. We make the change!
Homework
bahagia *???*Pe er pertama
The Rules :
The rules are simple. Use google image to search the answers to the quetions below. Then you must choose a picture in the first page of results, and post it as your answer. After that tag 7 people.
1. The age of my next birthday

Yippi, dah boleh minum beer loo kalo mau, legal! (namun tidak secara agama, muahahahhahah)
2. The place I'd like to travel

Dunia ini terlalu indah kawan, sayang kalo nggak dijelajahi setiap sudutnya
*serakah ya? emang! ;)*
kek gini boleh nggak? boleh ya, blog aku ini, hihihhhi
3. Favorite place

Rumah Nenek di Pagaralam, kota besemah-kampung halaman
Udaranya adem, pemandangannya bagus, rakyatnya ku cinta *apaaa coba*
Pokoknya ya kalo udah liburan, pengennya kesini mulu. Melepas stress dari hiruk pikuk serta penatnya kota Palembang. Apalagi kalo sepupu sepupu pada lagi mudik juga, mantap dah *secara total sepupu saia 20 orangs, gimana nggak rame tuh*. Jalan ke gunung dempo, menelusuri kebun teh, jalan jalan ke kebon dan sawah yang mengakibatkan badan gatal gatal semua, makan buah buahan langsung dari pohonnya, mandi dan memandikan mobil di sungai, ziarah ke makam kakek dan buyut buyut, mengelilingi tungku beramai ramai guna menghangatkan tubuh sambil minum salsaparilla *nggak tau deh gimana nulisnya, sejenis root beer gitu, persis* ngobrol ngawang ngingung dan akhirnya tepar bersama di ruang tamu yang seketika beralih fungsi menjadi barak pengungsian. Rumah nenek emang tempat paling top dah
4. Favorite food


Well, sebagai seorang yang lahir dan dibesarkan di kota Palembang, aku sangat cinta Pempek. Apapun jenisnya; lenggang, panggang, kapal selem, isi telor, isi tahu, semuanya deh. Beserta soulmatenya, cuko tentu saja
5. Favorite thing

Leppi, laptop ku tercinta. Dialah media yang menguatkan aku dalam petualangan ini. Thanks Lep, Love you *muah..muah*
6. Favorite color
Keliatan nggak? Yap, white! Sebenernya aku suka banyak warna; biru, purple, pink. Tapi putih lebih elegan menurut aku, netral, pure, dan bisa memancarkan warna warna laen
7. A city I was born

PALEMBANG
Palembang kotaku Palembang persadaku Ibu kota Sumatera Selatan
Pusat perdagangan bidang industri dan pangan terkenal kota wisata air
Sungai Musi bergelombang membelah kota Palembang dengan jembatan Ampera yang Megah
Perhubungan pun mudah dari segala arah
Di darat, sungai, laut dan udara
8. A city that I've ever lived in
ya Palembang juga, tapi sekarang lagi nyasar di

Wauwatosa, Milwaukee, WI
ini gambarnya yang paling deket sama rumah disini, di depan blok. Di lampu merah ambil kanan terus kanan lagi cari rumah paling ujung yang ada ayunannya
9. A nickname I had

UCI,
well, imagenya nemu yang gini, hehehh. May be someday i'll go there, hihihhih *di-amiin-in dong ah!*
10. Name of my love
Kudu dikasih tau ya?
eummm, yang ini aja deh

ShiniCHI Kudo, ahaaa
11. Bad habit
Disorganize, nggak pernah bisa rapi dan teratur. *tapi kamarku nggak sebegini disorganizenya loo, masih pantes dibilang kamar cewe lah minimal*
12. Hobby
Banyak bang
et, tapi paling suka belajar *amiin ya Allah*13. Wishlist
Have a really good friend here whom I can share manything with. Temennya yang bener2 temen loh ya, (kek Anne Sophie lah kira2)

Yap, itu aja, Lanjut manggg
Pe er Kedua
*ntar ah, capek niih, ngutang dulu ya :)
I'm gonna miss you guys
"Suci, are you gonna come to see me here everyday in the next semester?" katanya sembari memberikan kertas ulanganku. Aku mengalihkan pandangan dari kertas ulanganku dan balik memandangnya.
"Well, of course i'll come here but not everyday. I just will come here when i wanna smell this room (wangi ruangannya khas)." hmmmmhh, dia benar. Kelas ini akan segera berakhir. Yap, we aren't Mr Mateske 7th Hour anymore. Nggak ada lagi Mr Mateske yang bisa bikin kita sekelas ketawa sampe sakit perut, nonton latihan baseball di kelas sebelom jam pulang, celetukan khas anak kecil dari Erick (yang emang freshman) yang sumpah nggak penting tapi spontan dan lucu. Everything will be over, whether we like it or not.
Kelas lain that i'm gonna miss is psychology. Aku lumayan deket dengan gurunya, Mr Guse. Guru muda yang selalu menjadikan film sebagai referensi. Eksperimen eksperimen dan video unik, tugas tugas yang menyenangkan (di kelas ini kita sering dikasih tugas, tapi aku senang mengerjakannya karena memang tugasnya tidak biasa). Dan aku paling sering tuker pikiran atau bahkan curhat dengan gurunya baik secara langsung maupun lewat jurnal. Yang menyenangkan adalah si pak guru ini selalu memberikan responnya meskipun terkadang responnya
" I wanna go to your country. It's so beautiful. When are you gonna back? I wanna come with you."
hihihihkkhihhkkhik, Dia emang cuma bercanda. Tapi ya lucu aja ngebayangin pulang pulang bawa bule beneran (temen temen di sekolah, sebelom aku berangkat kesini pada ngejoke : Ci, pulang ntar bawain bule yaaa, huahahahuhahh).
Ketika kelas ini berakhir, nggak bakal ada lagi tawa serta riang canda (ceila,, tapi emang iya) yang menjadi penyegar luar biasa di jam jam terakhir. Nggak sering lagi atau bahkan nggak bisa lagi tuker cerita dan pikiran dengan guru favorit nomor dua ini. Nggak bakal bisa mengkoreksi kalimat kalimat Mr Guse (biasanya Sam dan aku bakal nambahin kalimat Mr Guse kalo terdengar janggal dan tidak seperti biasanya. Seperti menambahkan kata please atau ladies and gentlemen karena dia biasanya selalu menggunakan kata kata tersebut dan telinga kita akan merasa menangkap gelombang bunyi yang belum sempurna ketika dia tidak menggunakan kata kata tersebut). Dan kita semua di kelas ini berterimakasih untuk semua keceriaan yang terbagi bagikan dalam 4 bulan ini.
Seharusnya aku masih punya satu hari lagi untuk bersama mereka kalau saja wauwatosa school district tidak menutup sekolah pada hari kamis dan jumat dikarenakan the coldest week dimana suhu pada hari ini adalah -30F without wind chill, Gosh! Oh iya, Mr Mateske menghadiahkan seorang suami pada simulasi terakhir. Disaat setiap orang mendapat peran sebagai seorang single, dia mengumumkan sesuatu yang benar benar menggoncang jiwa.
"and we will have one married couple here, Tom and Suci. Hiyey, Good choice,Suci! Good choice!" *bleeggg, nelen LIDAH dalem dalem*
Sebenernya aku fine2 aja dikasih kenang kenangan berupa "suami" di simulasi terakhir kelas (tentang protes rakyat Jerman terhadap pemerintah setelah WWI). Yang jadi masalah adalah Kenapa Harus Tom?? arggghhhh, orang yang paling terlihat SOK serius di kelas. (ini sama sekali bukan Tom pada postingan sebelumnya, harap di catat!) kok dipasangkan dengan aku yang tergolong
aku kan jadinya harus berusaha menggunakan kata our (instead of my) setiap kali mau menjelaskan, nggak nyaman kan jadinya. Arrrghhhh, i hate it!
*ini postingan kok ujungnya jadi kayak luapan kejengkelan padahal harusnya luapan kesedihan karena mau pisah, maaf2 nggak konsisten*
Philosophy of Ice Skating
Ice skates, i (will)start to enjoy it. Sebenernya aku nggak terlalu suka ber ice skating. Nyoba ice skating aja baru disini. Itu juga baru nyoba dua bulan yang lalu yang menyebabkan pinggang dah rasa mau lepas *akibat jumlah jatoh dan menggelinding yang tak terhingga*. Diikuti beberapa kali kembali ke ring yang pada akhirnya memberikan kemajuan yang lumayan ( i can feel it ). Tapi tetep, aku belom menikmati olahraga ini, cuma sekedar ikut nemenin Sona yang keberaniannya bukan main; masuk ring, lari, nabrak orang, jatoh (anehnya, kalo orang biasanya jatoh duduk, dia jatohnya pasti tertelungkup dan lama lagi baru bangun karena setelah tertelungkup dia bakal makan butir2an es terlebih dulu). Yang niat banget buat bisa ber ice skating adalah Dad. Dia sampe ngebeliin skates buat smua anggota kluarga sebagai kado xmas *nggak pake nanya ato mikir dulu bagaimana dunia per ice skatean di Indonesia maupun mempertimbangkan berat koper aku nanti, pake kasih note segala: "everytime you skate in Indonesia, you will remember us!". weleh, kalo begitu aku nggak pernah bakal mengingat kalian donggs, secara di Palembang nggak ada ringnyaaa! *. Well, seperti yang sudah aku bilang di postingan sebelumnya, it's a gift, so i appreciated it.
Ice skating, olahraga yang juga ngasih pencerahan hati *ceile*
you have to fall otherwise you'll never make it, because that's how you learn
kalo aku liat2, yang udah jago, yang udah bisa muter2 4 puteran (1440 drjt), ngecurve dsb aja masih ada yang jatoh, so...yeah, there's no reason to be afraid.
Winter break (last day of school for this year, yeahhhh!!)
Everyone looked so happy in the last day of school for this year. Just like at my school back home, some students have start their holiday already a.k.a already skip this last day. I almost late to go to school, i went to bed so late, almost at 2.30. At school, i already could see everyone celebrated xmas. Ever green full of ornaments,, Red n white snowman+snow flakes, and Santa's hats everywhere. I was walking in hurry to my class when Kathie stopped me in front of the library.
" Hi Suci! i have something for you", she said while grab something from her purse.
A little box was covered by red and green wrap, yap! xmas gift. I don't know what to do. I don't really expect to get presents since we already have xmas party (where the gifts at every corner) last week wednesday. So, i don't bring anything for anyone. I just thanks her, I'm speechless.
" do you want to open it?". This is one of tradition here that people usually open the gift right away. So i open it. It's a nice bracelet. So sweet!
-First period, adv algebra. We only do some works for 30 minutes then the rest we are free. Miss Fetherstone (isn't her name unique?) gave us a huge candy can ( I don't really like it).
-In the 2nd i have APP (American Public Policy), it's my least fave class. I don't know, i like my teacher (mr. Lazarskhy), he's so creative. I like my classmates because they're funny. But i don't like what we learn. Politic, Constitution, Laws. Even those stuffs about my own beloved country, i don't really care. Moreover i should learn about other's country. Oh, mannnn!
-Then i have English Comp, as usual, this class just boring.
-Next i have study hall (free time) but i should come to see Mr Guse, my psychology teacher because that day everyone had their test, so i take it today in my study hall since i don't want to be the one who is doing test while others having party ( we will have party at this class today).
- Choir, we're free
- Lunch, the line is not that long as usual (since many people didn't come)
- Psychology, having party! Watching movie (elf) while having snacks. But many people who signed up to bring the meal, didn't come. So we only have a few people with a few snacks.
- US History ( i love the teacher, i love the class eventhough most of them are freshman), we talked a lit bit about Great Depression. Then we have chocolates throwing. He threw the chocolate, and we catched them.
At home, we have a late but very tasty dinner. Mom said that we'll go upnorth (to grandpa's house) tonight, either after we open the xmas presents or at 1-2 in the morning since the forecast said that we'll have snow storm begin at 6 in the morning (from here to upnorth it will take approximately 3 hours) till 6 in the evening for each hour= 2 inch.
After discuss, we decided to go upnorth at 2 in the morning. This condition is really out of my mind. I never expect it because I haven't packed and done my newsletter AT ALL and Deadline will be on 31 (now is 23). I know that we will spend many days upnorth (and i also love to do so). So i didn't take a nap while everyone else were sleeping, instead of doing Newsletter until everyone else woke then it's time to go at 2.30 am. On the way, i slept till we got grandpa+ma's house at 5. After drop backpack and stuffs, I had a date with the bed in the room where I always stay in while I am at grandma's house. Ah, I love White Lake.
Can't wait for christmas everyone?
cheers










